Blog Pengelolaan Kampanye Dan Pemilihan

Poin Dalam Kampanye Politik Yang Menghipnotis

Poin Dalam Kampanye Politik Yang MenghipnotisDalam beberapa bulan terakhir, pengusaha periklanan dan percetakan telah menghasilkan keuntungan besar. Mengapa demikian? Hanya dengan menyusuri jalan dan ke pusat keramaian, kita dapat menemukan jawaban untuk pertanyaan sederhana ini! Bayangkan, di jalan, di tengah keramaian, di berbagai pertemuan dan acara, mulai dari desa hingga kota-kota besar di tanah air, kita bisa melihat wajah-wajah para kandidat dan kandidat legislatif. Iklim politik Republik Ceko memanas!

Beberapa waktu juga, dalam berbagai acara, kami telah menyaksikan kandidat presiden dan kandidat mulai mencuri kampanye, yang belum waktunya. Tanpa menyebut siapa mereka, partai politik apa yang mereka lewati dengan catatan kecil ini yang ingin saya jelaskan bagaimana memenangkan kampanye dengan hipnosis? Mengapa hipnosis Jawabannya adalah karena ilmu sejati hipnosis adalah ilmu dan seni komunikasi persuasif, sementara kita tahu bahwa kampanye adalah bentuk komunikasi massa. Sebelum membahas lebih lanjut lebih dalam kami ingin mempromosikan satu situs agen judi yang sudah terpercaya buat anda jika ingin bermain judi online. Situs judi tersebut bernama Betberry.

Dalam perspektif komunikasi yang efektif, pesan nyata yang disampaikan dapat diterima dengan benar dan benar oleh penerima pesan. Menerima pesan dengan baik oleh penerima pesan, sangat tergantung pada isi pesan dan bagaimana pesan itu dikirim. Saya berasumsi, banyak kegagalan untuk mendapatkan suara dalam pemilihan lokal atau pemilihan legislatif, salah satunya adalah karena seberapa efektif kampanye, atau lebih tepatnya, banyak kontestan yang berkampanye dengan tidak memanfaatkan kekuatan potensial dari pikiran bawah sadar massa audiens atau pemilih. Ini adalah benang merah antara kampanye dan hipnosis atau sebaliknya, seperti dalam hipnosis, kekuatan pikiran bawah sadar sangat penting. Entri ini terinspirasi oleh pengamatan saya tentang fenomena gaya bahasa, baik verbal maupun nonverbal (bahasa tubuh) bagi mereka yang akan bertarung dalam putaran partai demokratis pada tahun 2014! Keberhasilan mereka, menurut saya, bukan lagi karena mereka mengibarkan bendera, tetapi karena kerja keras dan kerja cerdas dalam memenangkan simpati dari pemungutan suara publik. Dan karya cerdas yang saya maksudkan dalam konteks ini adalah penggunaan sains dan seni komunikasi persuasif, komunikasi bawah sadar, yang kita kenal sebagai hipnosis.

Komunikasi Bawah Sadar

Dalam hipnosis, ada dua mekanisme pikiran, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, yang masing-masing memiliki pengaruh pada setiap orang. Fakta menarik adalah apa yang diungkapkan oleh Sandy Mac Gregor di Peace of Mind, bahwa pikiran sadar kita hanya memengaruhi atau memainkan peran dalam hidup kita sejauh 12%, sedangkan pikiran sadar memiliki pengaruh dalam hidup kita, dalam perilaku kita oleh 88%. Beberapa perbedaan mendasar antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar: pikiran sadar hanya dapat menerima 5-9 informasi bawah sadar tidak terbatas, pikiran sadar adalah ingatan jangka pendek – pikiran bawah sadar adalah ingatan jangka panjang, sadar pikiran adalah analisis logis dari alam bawah sadar sadar adalah sintetik intuitif, yang menangkap pikiran sadar adalah tayangan terbatas – pikiran bawah sadar untuk menangkap tayangan secara rinci. Antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, ada sistem filter, yang disebut RAS (Reticular Activating System) yang bertanggung jawab untuk menyaring semua informasi yang diterima oleh pikiran sadar kita melalui panca indera kita, sehingga tidak semua informasi dimasukkan dan disimpan dalam alam bawah sadar kita, bahwa otak kita tidak menggantung alias tetap waras. Kapan pun dalam kehidupan, kita menerima berbagai informasi, dan RAS akan bekerja untuk memilih informasi yang mungkin memasuki pikiran bawah sadar, dengan kriteria termasuk: informasi yang berguna bagi kita atau tidak, informasi itu berbahaya bagi kita atau membahayakan kita, informasi itu bertentangan atau bertentangan dengan nilai-nilai dan kebiasaan agama, nilai-nilai moral dan nilai-nilai dasar yang kita anut. Jika informasi melewati pemilihan RAS, maka akan masuk ke alam bawah sadar. Jadi yang penting untuk diketahui adalah bagaimana membuat RAS terbuka, sehingga pesan kita sampai di bawah sadar pendengar. Semakin luas RAS membuka, pikiran logis dan analitis menurun sehingga semua informasi lebih mudah tertanam dalam pikiran bawah sadar. Dan sebaliknya, RAS ditutup, informasi lebih sulit untuk memasuki pikiran bawah sadar. Fenomena pembukaan RAS adalah apa yang kita kenal dengan istilah ‘trans’. Melalui berbagai teknik hipnosis yang dijelaskan secara singkat di bawah ini, maka kita akan tahu cara membuka RAS secara efektif.

Kampanye Hipnotis

Poin Dalam Kampanye Politik Yang MenghipnotisKampanye adalah kegiatan yang secara langsung atau tidak langsung dibuat untuk mempengaruhi pikiran (individu / massa) untuk tujuan tertentu. Dalam konteks kampanye politik, tujuan khusus ini adalah untuk memenangkan massa sebanyak mungkin dari para pemilih. Jadi saya pikir ada delapan poin yang perlu dipertimbangkan dan harus dilakukan agar kampanye politik sukses hipnosis:

1. Konsep dasar.

Kampanye politik adalah kampanye hipnosis yang dilihat, didengar dan dirasakan. Dalam kampanye, harus ada pesan utama yang ingin disampaikan. Jadi, baik untuk memahami bahwa untuk pesan yang diberikan, otak hanya mengingat sesuatu yang sederhana, otak hanya mengingat sesuatu yang emosional, penerima pesan harus menyentuh orang tersebut dan pesan itu harus disampaikan berulang kali dan secara intensif. Itu juga perlu dipertimbangkan beberapa persyaratan dari tema kampanye yang tidak biasa, aneh dan ingin tahu, pertanyaan yang mengundang, menawarkan solusi untuk masalah terbesar, lucu, sesuai dengan masalah terpanas dan dapat menjawab kebutuhan semua audiens massa atau pemilih.

2. Kita lanjut dengan persiapan.

Catatan ini tidak akan mengurai berbagai persiapan administrasi dan teknis terkait proses kampanye sesuai amanat perundang-undangan, tetapi sesuai judulnya maka catatan ini akan mengurai persiapan sebuah kampanye yang akan menghipnosis calon pemilih. Sebelum melakukan kampanye yang menghipnosis, maka kita lihat sejenak apa yang mesti dilakukan seorang caleg atau juru kampanye. Hemat saya, seorang caleg ataupun juru kampanye harus melakukan self hypnosis. Hal berkaitan dengan pemberesan mindset. Dalam self hypnosis ini, yang dilakukan pertama-tama adalah : proses pemaafan (diri sendiri, orang lain : meminta atau member maaf), penghancuran mental block, baru disusul dengan memprogram diri secara positif terkait dengan pen-caleg-annya. Proses pemaafan terhadap diri sendiri, dilakukan untuk merelease semua emosi negatif (sakit hati, rasa bersalah, kecewa, dll) yang terjadi akibat kesalahan diri sendiri dimasa lalu yang kemudian disadari mengganggu keberhasilan diri saat ini. Pemaafan, dilakukan untuk meminta maaf pada orang lain yang telah kita sakiti dan memberi maaf pada orang lain yang telah kita sakiti, keduanya juga bertujuan membuang semua emosi negatif berupa rasa bersalah, sakit hati, kecewa, marah, dendam, dll. Dalam proses menghancurkan mental block, satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menuliskan semua kekuatiran, ketakutan, keresahan dan kegalauan yang ada dalam diri terkait dengan pesta demokrasi ini. Dalam program diri, yang dilakukan adalah memberi pada diri sendiri serangkaian kalimat (sugesti) positif terkait dengan pen-caleg-an kita. Yang perlu diperhatikan dalam memberi sugesti diri ini adalah : kata/kalimatnya harus positif, bentuk waktunya ‘present tense’ atau ‘sekarang’, ada repetisi (perulangan), serta menggunakan kalimat yang progresif. Misalnya :

“Saya adalah caleg yang jujur dan mau berkorban”

“Saya percaya, saya berhasil dalam pemilu legislatif”

“Saya adalah sang juara, sang pemenang”

3. Personal branding

Secara sederhana, personal branding yang saya maksudkan disini adalah karakter dasar kita yang dikenal calon pemilih. Seperti sebuah merek yang menempel pada diri kita, kemanapun kita melangkah, kita dikenal dengan merek diri tersebut. Secara umum, merek diri yang dikenal orang dari kita adalah terkait dengan karakter dan kompetensi kita. Karakter terkait dengan ciri fisiologis yang tampak dari bahasa tubuh maupun sikap kita dalam memberi respon terhadap situasi apapun. Kompetensi berhubungan dengan cara kerja kita, cara kita menyelesaikan sebuah masalah-mencari solusi-solusi. Gampangnya begini saja, kita lihat figur seorang gubernur yang suka baju kotak-kotak. Anda tahu yang saya maksud. Dalam pencermatan saya, sang gubernur ibukota ini memiliki personal branding : sederhana, pelayan sejati, berani, tegas dan selalu punya solusi. Dan ingatlah kawan, tentu saja, personal branding bukan dibangun atau dibentuk dalam hitungan harian, mingguan atau bulanan, tetapi lebih lama dari itu.

4.System preferensi

Dalam hidup kita, sejak kecil sampai saat ini, setiap waktu kita selalu menerima berbagai informasi melalui lima indera kita : mata, telinga, kulit, lidah dan hidung. Dengan demikian, cara kita memperoleh informasi adalah melalui salah satu atau beberapa indera yang dominan. Tetapi dapat dikatakan bahwa secara umum, kita memang lebih banyak menerima informasi melalui mata (visual), telinga (auditory) dan kulit/lidah (kinestetik). Ini disebut system preferensi. Komunikasi kita akan berlangsung efektif bila kita mengetahui system preferensi lawan bicara kita

5. Building rapport (membangun hubungan)

Apapun kehebatan anda, sehebat apapun personal branding anda, tetapi ketika proses membangun hubungan dengan massa diawal kampanye gagal dilakukan, maka sudah dapat dipastikan kampanye anda gagal total. Ada dua rumusan building raport, yaitu pacing dan leading. Dalam struktur komunikasi persuasif, pacing berperan sebesar 95 % sementara leading hanya 5 %. Struktur ini jangan dibalik! Pacing adalah sebuah proses ‘menyamakan’ atau ‘menyelaraskan’. Sementara leading adalah sebuah proses mengarahkan. Apa yang disamakan dan diselaraskan? Ada beberapa hal yang harus disamakan, antara lain latar belakang (pendidikan, hobby, minat, budaya, dll), pola napas dan pola kalimat (verbal pacing). Contoh, ketika ditanya oleh calon pemilih. “Bagaimana pandangan Bapak tentang pendidikan karakter di Medan?” Dalam hal ini jelas bagi kita, bahwa system preferensi calon pemilih tersebut adalah visual, maka jawaban anda harus disamakan juga, “Saya melihat bahwa pendidikan karakter di kota Medan belum berjalan dengan baik dan optimal. Menurut pandangan saya, pendidikan karakter dikota Medan…” Contoh lain, calon pemilih berkata, “Pak, kami sudah letih dengan situasi hidup yang susah ini!” Anda menjawab, “Baiklah Ibu, saya dapat merasakan kesusahan Ibu…”. Dalam pacing latar belakang, misalnya latar belakang pemilih anda petani, maka program dan isi kampanye anda terkait dengan dunia pertanian, terutama apa kebutuhan mendasar atau apa masalah pokok dalam dunia pertanian. Ketika pacing ini dapat anda lakukan dengan baik, maka selanjutnya soal leading anda akan dimudahkan dengan sendirinya.